Kombinasi produk tersebut memberikan ruang bagi agen perjalanan dan operator tur untuk menyusun penawaran yang sesuai dengan karakteristik pelanggan masing-masing. Dengan demikian, mitra distribusi tidak hanya menawarkan akomodasi atau kunjungan ke satu destinasi, tetapi juga berpeluang mengembangkan produk perjalanan yang menggabungkan berbagai layanan dalam ekosistem InJourney.
Selain destinasi dan perhotelan, InJourney Aviation Services turut membuka penjajakan kerja sama untuk kebutuhan layanan pendukung aviasi dan operasional. Sarinah juga menawarkan peluang pengadaan produk bagi industri pariwisata dan sektor korporasi.
Veronica menambahkan, setiap pasar memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga pengembangan kemitraan perlu disesuaikan dengan potensi destinasi serta jaringan distribusi yang tersedia.
"Dengan menghubungkan portofolio InJourney dengan jaringan distribusi yang tepat, kami ingin memperbesar peluang bisnis sekaligus mendorong nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi ekosistem pariwisata Indonesia," katanya.
InJourney mengarahkan pertemuan bisnis selama JWITF 2026 untuk mengidentifikasi calon mitra yang memiliki kebutuhan dan potensi komersial yang jelas. Penjajakan tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan kontrak, kemitraan distribusi, pengembangan penawaran, maupun kolaborasi pemasaran.
Perusahaan berharap perluasan jaringan distribusi dapat membantu semakin banyak destinasi dan layanan pariwisata Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, realisasi manfaat bisnis tersebut akan bergantung pada tindak lanjut penjajakan dan kerja sama yang terbentuk setelah pameran berakhir.
(Dhera Arizona)