Strategi ini juga diarahkan untuk membuka akses ke pasar sumber wisatawan baru. Melalui jaringan agen perjalanan dan operator tur, InJourney berupaya mempertemukan kapasitas layanan dalam ekosistem perusahaan dengan kebutuhan pasar yang beragam, mulai dari wisatawan individu, rombongan, pelanggan korporasi, hingga penyelenggara kegiatan MICE.
Portofolio yang ditawarkan mencakup destinasi wisata budaya dan rekreasi, jaringan perhotelan, kawasan pariwisata, layanan pendukung aviasi, serta produk ritel Indonesia.
Sejumlah destinasi yang masuk dalam portofolio tersebut antara lain Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sementara itu, jaringan InJourney Hospitality menawarkan peluang kerja sama akomodasi dan MICE, didukung kawasan pariwisata seperti The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori.
Di sektor perhotelan, InJourney menjajaki kerja sama komersial melalui penawaran tarif khusus dan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Adapun portofolio destinasi membuka peluang pengembangan paket perjalanan berbasis budaya dan pengalaman khas Indonesia.