Zapin biasanya dipentaskan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti pernikahan, festival, dan acara kebudayaan. Meski memiliki akar budaya yang sama, tari zapin berkembang dengan karakteristik yang berbeda.
Selain gerakan dan musik, zapin juga mengandung nilai budaya, etika, dan tata krama, seperti penghormatan kepada orang yang lebih tua, kerendahan hati, kedisiplinan, serta kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diwariskan melalui praktik tari dan pembelajaran antargenerasi.
Pelestarian tari zapin tidak hanya menjadi lebih sering dipentaskan dalam berbagai kegiatan budaya. Namun, juga disalurkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan kelompok tari yang melibatkan generasi muda dari berbagai latar belakang.
UNESCO akan mengevaluasi nominasi tersebut berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk keberlanjutan praktik budaya, keterlibatan komunitas, serta langkah perlindungan dan pewarisan kepada generasi berikutnya.
Hasil evaluasi nominasi diperkirakan akan diketahui setelah dua sampai tiga tahun pengajuan.