Atikah mengatakan, model blazer dan busana sutra menjadi beberapa pilihan yang banyak diminati dalam koleksi tersebut. Tak hanya busana perempuan, TIEKA HUZA juga menyediakan koleksi untuk laki-laki, seperti kemeja dan hem.
Konsumen yang ingin tampil serasi bersama keluarga pun dapat memesan busana secara kustom. Namun, Atikah menyarankan gaya couple batik tidak harus selalu dibuat seragam dari ujung kepala hingga kaki.
Keserasian bisa dibangun melalui pemilihan warna atau tone motif yang senada. TIEKA HUZA sendiri merupakan lini premium dari Batik Huza, jenama batik asal Pekalongan yang telah berdiri sejak 1985.
Seluruh produksinya dikerjakan sendiri di Pekalongan, dengan pemasaran melalui jalur online maupun offline. Melalui pendekatan desain yang lebih modern, Atikah ingin batik tidak hanya dikenakan untuk acara resmi, tetapi juga bisa menjadi pilihan busana yang relevan dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan begitu, anak muda punya lebih banyak cara untuk mengenakan batik tanpa harus meninggalkan gaya personal mereka.
(Nadya Kurnia)