sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Angela Tanoesoedibjo di APMF 2026: Di Era Algoritma, Merek Harus Jadi Worth Searching For

Ecotainment editor Dhera Arizona Pratiwi
11/08/2026 17:25 WIB
Menurut Angela, keberhasilan sebuah brand tidak lagi ditentukan oleh seberapa luas distribusi kontennya.
Angela Tanoesoedibjo di APMF 2026: Di Era Algoritma, Merek Harus Jadi Worth Searching For. (Foto iNews Media Group)
Angela Tanoesoedibjo di APMF 2026: Di Era Algoritma, Merek Harus Jadi Worth Searching For. (Foto iNews Media Group)

Angela juga menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan format microdrama yang diperkirakan akan membentuk babak baru industri media global. AI dinilai mampu mempercepat proses produksi sekaligus memungkinkan lokalisasi konten dalam skala yang jauh lebih besar, sementara microdrama membuka peluang distribusi cerita Indonesia ke pasar internasional melalui format yang lebih adaptif terhadap perilaku konsumsi digital.

Menurut Angela, Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi produsen cerita yang mampu bersaing secara global. 

Pesan yang disampaikan Angela sejalan dengan semangat Blueprint the Beyond yang diusung APMF 2026, yakni mendorong industri untuk membangun fondasi yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan, bukan sekadar menghasilkan kampanye sesaat.

Di tengah perubahan teknologi dan platform yang terus berlangsung, Angela menegaskan bahwa yang akan selalu bertahan bukanlah algoritma ataupun format distribusi, melainkan kemampuan sebuah cerita untuk membangun perhatian, kepedulian, dan hubungan jangka panjang dengan audiens.

"Platform memberi tahu orang ke mana harus melihat. Tetapi IP memberi mereka alasan untuk peduli. Pada akhirnya, brand yang benar-benar bertahan adalah brand yang worth searching for," ujar Angela.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement