IDXChannel - Pemerintah memperkuat konektivitas dan dukungan infrastruktur di wilayah Tangerang Raya, Banten. Langkah ini dilakukan untuk menopang laju pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, konektivitas di wilayah Tangerang Raya yang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, dinilai sangat krusial.
"Tangerang Raya adalah kawasan yang terus tumbuh secara ekonomi dan menjadi penyangga dari Jakarta. Kita tahu ini adalah sebuah kawasan yang bukan hanya terus bertambah populasinya, tapi selalu semakin tumbuh ekonominya," kata AHY, Sabtu (7/11/2026).
Dia menambahkan, dampak positif dari sebuah peningkatan konektivitas ini secara otomatis akan memangkas waktu tempuh mobilitas perjalanan, serta mendongkrak produktivitas secara keseluruhan.
"Tentu patut kita semua terus memikirkan agar mobilitas masyarakat di Banten, khususnya di Tangerang Raya ini semakin baik. Sehingga industrinya semakin tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan yang dapat dinikmati oleh masyarakat kita," kata dia.
Gubernur Banten Andra Soni berharap pemerintah pusat melalui Kemenko IPK dapat segera menindaklanjuti dan menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) untuk konektivitas Tangerang Raya yakni dalam proyek transportasi berbasis rel rute Tomang-Balaraja.
Andra menyebut mobilitas warga Banten menuju Jakarta maupun sebaliknya kian tinggi seiring pesatnya pertambahan penduduk di kawasan penyangga ibu kota.
"Kami berharap feasibility study tentang MRT atau LRT jalur Tomang-Balaraja itu bisa segera selesai dan bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat," kata Andra.
"Sebagai penyangga Kota Jakarta, pergerakan pertumbuhan penduduk saat ini sangat besar di Provinsi Banten, khususnya di Kota dan Kabupaten Tangerang," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)