Oleh karena itu, ketepatan alokasi pada pos belanja menjadi kunci penting agar setiap rupiah yang dikeluarkan negara selaras dengan perencanaan awal pemerintah.
Selain merapikan alokasi pengeluaran, konsistensi tata kelola anggaran menjadi fondasi mutlak untuk mempertahankan stabilitas fiskal nasional. Kredibilitas instrumen fiskal ini bergantung pada keterbukaan informasi yang mampu dipertanggungjawabkan kepada publik dan pelaku pasar.
"Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel, saya akan terus menjalankan APBN dan komunikasi publik yang dapat dipercaya, serta memastikan APBN mendukung program prioritas pemerintah," kata Suahasil.
Menurutnya, keselarasan postur APBN sangat krusial untuk mengawal program-program strategis nasional yang selama ini mendapat sorotan luas dari publik dan awak media. Seluruh penyesuaian belanja negara harus bermuara pada mandat utama yang telah digariskan dalam sidang kabinet.
Arah belanja negara ke depan dipastikan tidak akan terpecah ke pos-pos anggaran yang dinilai kurang produktif. Ruang fiskal yang tersedia akan dipusatkan sepenuhnya untuk mengeksekusi agenda-agenda strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat.