Dari sisi pasar saham, IHSG telah mengalami re-rating sekitar 18 persen sejak awal paruh kedua 2026. Rully menilai kenaikan berikutnya akan membutuhkan dukungan dari kinerja fundamental perusahaan serta arus dana asing yang lebih luas.
“Setelah re-rating yang cukup cepat, investor tidak bisa hanya mengandalkan kenaikan indeks. Next leg dari pasar akan membutuhkan earnings delivery dan foreign flows yang lebih luas. Karena itu, pasar akan semakin selektif,” ujar Rully.
Saat ini, arus dana asing masih cenderung terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan sejumlah saham komoditas. Kondisi tersebut menunjukkan investor mulai lebih selektif dalam menentukan aset yang memiliki fundamental dan katalis yang kuat.
(Shifa Nurhaliza Putri)