Sementara itu, defisit fiskal tahunan diproyeksikan akan mencapai lebih dari USD2 triliun pada akhir tahun fiskal.
"Kita akan melewati konflik Iran ini dan ekonomi akan mengalami percepatan kembali," katanya.
Di sisi pengeluaran, Bessent mengatakan dia telah berkoordinasi dengan Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran, Russ Vought, terkait rencana konsolidasi fiskal untuk menurunkan defisit anggaran.
Dia juga mengatakan bahwa jika bukan karena Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tarif "Hari Pembebasan" yang dikeluarkan Presiden Donald Trump, AS akan dengan mudah mengumpulkan USD180 miliar untuk melunasi defisit. (Wahyu Dwi Anggoro)