Menurut Yassierli, data TKA tidak hanya penting untuk mengetahui jumlah dan persebaran tenaga kerja asing, tetapi juga untuk memahami kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Dengan demikian, informasi tersebut dapat menjadi masukan bagi institusi pendidikan dalam menyesuaikan penyiapan kompetensi lulusan.
Di sisi lain, Yassierli menekankan bahwa validasi penggunaan TKA tidak boleh hanya dipandang sebagai proses administratif. Informasi mengenai jabatan, kualifikasi, tenaga kerja pendamping, hingga pelaksanaan alih keahlian dan teknologi perlu diperhatikan dalam proses tersebut.
Hal ini diperlukan agar keberadaan TKA juga dapat memberikan nilai tambah terhadap peningkatan kapasitas tenaga kerja Indonesia.
Kegiatan Sinergitas Pembinaan dan Pengendalian Penggunaan TKA tersebut diikuti petugas validasi pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan TKA (DKPTKA). Validasi yang akurat dinilai penting untuk menghasilkan data penggunaan TKA yang dapat mendukung pembinaan dan pengendalian.
Yassierli juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, data penggunaan TKA di daerah dapat melengkapi pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara nasional.