sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kenaikan Harga Bensin Diprediksi Dongkrak Inflasi Konsumen AS pada Agustus

Economics editor Wahyu Dwi Anggoro
11/09/2026 13:23 WIB
Inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) kemungkinan meningkat pada Agustus 2026 karena harga bensin kembali naik setelah turun dua bulan beruntun.
Kenaikan Harga Bensin Diprediksi Dongkrak Inflasi Konsumen AS pada Agustus. (Foto: Magnific)
Kenaikan Harga Bensin Diprediksi Dongkrak Inflasi Konsumen AS pada Agustus. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) kemungkinan meningkat pada Agustus 2026 karena harga bensin kembali naik setelah turun dua bulan beruntun.

Dilansir dari Investing pada Jumat (11/9/2026), kenaikan inflasi konsumen akan memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat menaikkan suku bunga minggu depan.

Laporan indeks harga konsumen (CPI) akan dirilis Departemen Tenaga Kerja AS hari ini. Pada Kamis kemarin, lembaga itu melaporkan bahwa indeks harga produsen (PPI) naik 0,4 persen secara bulan dan 5,4 persen secara tahunan pada Agustus.

Menurut survei terhadap sejumlah ekonom yang dilakukan Reuters, CPI kemungkinan meningkat 0,4 persen secara bulanan pada Agustus setelah naik tipis 0,1 persen pada Juli.

Secara tahunan, inflasi konsumen diperkirakan meningkat 3,4 persen pada Agustus, sama dengan kenaikan pada Juli. 

Harga bensin rata-rata mencapai USD4,19 per galon pada Agustus, naik dari USD4,064 pada Juli, menurut data dari Badan Informasi Energi AS.

Harga-harga yang lebih tinggi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan makanan, telah menyebabkan penurunan tajam dalam tingkat persetujuan Presiden Donald Trump, serta dapat merugikan partai Republiknya pada pemilihan paruh waktu yang akan digelar pada November. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement