sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kementerian PU Kantongi Rp114,59 Triliun untuk 2027, Ini Proyek yang Bakal Dibangun

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
25/09/2026 11:16 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapat alokasi anggaran Rp114,59 triliun untuk menjalankan program pembangunan infrastruktur pada 2027.
Kementerian PU Kantongi Rp114,59 Triliun untuk 2027, Ini Proyek yang Bakal Dibangun. Foto: iNews Media Group.
Kementerian PU Kantongi Rp114,59 Triliun untuk 2027, Ini Proyek yang Bakal Dibangun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapat alokasi anggaran Rp114,59 triliun untuk menjalankan program pembangunan infrastruktur pada 2027.

Anggaran tersebut akan diarahkan untuk mendukung penguatan produktivitas, investasi, dan industri, sejalan dengan arah Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan yang mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat fondasi investasi dan industri.

"Air minum dan irigasi harus tersedia untuk mendukung pertanian, jalan dan jembatan harus mampu menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pasar, serta layanan dasar harus berfungsi dan mendukung kawasan berkembang secara lebih baik," kata Dody dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (24/9/2026).

Dari total anggaran tersebut, alokasi terbesar diberikan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga sebesar Rp37,30 triliun. Anggaran ini digunakan untuk pembangunan dan preservasi jalan serta jembatan guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

Selanjutnya, bidang Prasarana Strategis memperoleh Rp32,57 triliun, Sumber Daya Air Rp30,66 triliun, dan Cipta Karya Rp12,15 triliun. Adapun dukungan manajemen dan teknis mendapatkan alokasi Rp1,91 triliun.

Pada bidang Bina Marga, Kementerian PU menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 198,79 kilometer. Selain itu, terdapat program peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 870,87 kilometer, pembangunan dan penggantian jembatan 2.597,38 meter, preservasi jembatan 16.926 meter, pembangunan flyover atau underpass 473,90 meter, serta pembangunan jalan tol sepanjang 12,26 kilometer.

Sementara itu, anggaran Prasarana Strategis akan digunakan antara lain untuk merevitalisasi 471 unit sekolah keagamaan, membangun 68 unit Sekolah Rakyat Tahap III, 15 unit perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, serta 12 unit prasarana perekonomian atau pasar.

Di sektor Sumber Daya Air, program 2027 mencakup pembangunan jaringan irigasi seluas 451 hektare dan rehabilitasi jaringan irigasi 47.671 hektare. Kementerian PU juga menargetkan pengendalian banjir sungai dan muara sepanjang 27,06 kilometer serta pengamanan pantai sepanjang 6,60 kilometer.

Adapun bidang Cipta Karya diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar. Programnya mencakup pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 650 liter per detik, perluasan SPAM untuk 5.000 sambungan rumah, pengelolaan air limbah sebanyak enam unit, persampahan 10 unit, serta pembangunan bangunan gedung seluas 31.757 meter persegi.

Selain pembangunan reguler, Kementerian PU juga mengalokasikan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), yang mencakup 13.296 lokasi P3-TGAI, 128 unit jembatan gantung, serta 3.246 lokasi program berbasis masyarakat di bidang Cipta Karya.

Dody mengatakan kebutuhan pembangunan infrastruktur masih sangat besar sehingga setiap alokasi anggaran harus dikelola secara cermat agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Kami sangat menyadari bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur masih sangat besar. Oleh karena itu, setiap alokasi harus kami kelola secara cermat agar mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata dia. 

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement