Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan industri persusuan sekaligus pentingnya memperkuat peternakan rakyat.
“Kita masih membutuhkan penambahan sapi perah dalam jumlah besar. Tetapi yang dibangun bukan hanya populasinya. Produktivitas, kesehatan hewan, pakan, pembiayaan, sampai kepastian penyerapan susu peternak juga harus disiapkan bersama,” ujar Agung saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (28/9).
Menurut Agung, pemerintah menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029. Penambahan populasi tersebut diharapkan memperkuat produksi susu nasional sehingga pada 2030 ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara signifikan.
Untuk mempercepat penambahan populasi, pemerintah menyiapkan skema dukungan bagi peternak yang mencakup uang muka pembelian sapi, asuransi, kandang, dan alat perah. Sebagian kebutuhan pembiayaan juga dapat menggunakan skema perbankan.
“Kita ingin peternak bisa menambah sapi tanpa harus menanggung seluruh biaya di awal. Karena itu, pemerintah menyiapkan skema dukungan yang lebih sesuai dengan karakter usaha sapi perah,” katanya.