sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenkeu Resmi Ambil Alih Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Begini Skemanya

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
05/08/2026 18:30 WIB
Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh resmi akan diambil alih oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Special Mission Vehicle (SMV).
Kemenkeu Resmi Ambil Alih Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Begini Skemanya. Foto: iNews Media Group.
Kemenkeu Resmi Ambil Alih Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Begini Skemanya. Foto: iNews Media Group.

Adapun komposisi kepemilikan PT PSBI terdiri dari, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memegang 51,37 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memiliki 39,12 persen, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I dengan porsi 1,21 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan porsi 8,3 persen.

"Kan punya dia (saham PT PSBI) 60 persen, itu kasih ke kita (Kemenkeu), 40 persen masih ada yang lain, masih ada China. Konsorsium kasihkan saham punya dia ke saya. Itu punya kita semua nanti perusahaannya (PSBI)," kata Purbaya.

Beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) diperkirakan telah membengkak hingga USD7,2 miliar atau setara Rp116 triliun. Adapun komposisi utang tersebut sekitar 75 persen merupakan pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan suku bunga sekitar 3,5-4 persen. Hal ini membuat konsorsium PT KCIC yang mayoritas dipegang oleh PT KAI perlu membayar bunga utangnya saja sekitar Rp2 triliun per tahun.

SMV sendiri merupakan BUMN khusus yang ditugaskan untuk melaksanakan pembangunan dan pembiayaan di luar fungsi fiskal utama. SMV terdiri dari beberapa PT dan lembaga, antara lain PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur), PT PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia), PT SMF (Sarana Multigriya Financial), LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), serta Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
 
(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement