Untuk layanan premium, KAI mengadakan 10 kereta luxury berkapasitas masing-masing 26 kursi serta satu unit tambahan sebagai cadangan perawatan. Total nilai kontrak pengadaan tersebut mencapai Rp161,16 miliar.
Sementara itu, untuk memperkuat angkutan logistik, KAI dan INKA mengadakan 1.125 unit gerbong datar BM 54 ton senilai Rp1,05 triliun. Sarana tersebut dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi angkutan barang di Sumatera Selatan, terutama batu bara yang menjadi salah satu sumber energi pembangkit listrik nasional.
Anne menilai, besarnya nilai pengadaan tersebut menunjukkan potensi pasar domestik yang dapat dimanfaatkan industri perkeretaapian nasional. Namun, potensi itu perlu diimbangi kemampuan manufaktur dalam memenuhi kebutuhan operator secara tepat waktu dan sesuai standar.
"Kepercayaan kepada industri nasional dibangun melalui kualitas produk dan konsistensi dalam memenuhi komitmen. KAI Group berharap kolaborasi bersama INKA terus menghasilkan sarana yang aman, andal, serta mampu mendukung peningkatan pelayanan transportasi publik dan logistik nasional," pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)