IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group mengalokasikan investasi hingga Rp14,88 triliun untuk pengadaan berbagai sarana perkeretaapian produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Pengadaan tersebut mencakup kereta antarkota, Commuter Line (KRL), LRT Jabodebek, kereta luxury, hingga gerbong barang.
Berdasarkan nilai kontrak yang dihimpun, investasi tersebut berkisar Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri perkeretaapian nasional, mulai dari kapasitas produksi dan kompetensi sumber daya manusia hingga pengembangan rantai pasok dan layanan purnajual.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas produk yang konsisten, serta ketepatan penyelesaian kontrak.
"Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional," ujar Anne dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
Salah satu proyek utama adalah pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation senilai Rp5,5 triliun. Seluruh kereta tersebut disusun menjadi 56 rangkaian untuk program penggantian sarana periode 2023–2027.
Hingga saat ini, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI. Dari jumlah tersebut, 39 rangkaian telah beroperasi melayani pelanggan, sedangkan satu rangkaian lainnya masih dalam tahap persiapan operasional.
Di sektor transportasi perkotaan, KAI Group mengalokasikan Rp4,07 triliun untuk pengadaan Commuter Line baru dan program retrofit. Pengadaan baru mencakup 16 rangkaian atau 192 kereta senilai hampir Rp3,83 triliun, sedangkan retrofit dua rangkaian bernilai lebih dari Rp238,63 miliar.
Sebanyak tujuh dari 16 rangkaian Commuter Line baru atau 84 kereta telah beroperasi. Sementara itu, sembilan rangkaian lainnya masih menjalani proses produksi, pengujian, sertifikasi, dan persiapan operasional.
KAI dan INKA juga bekerja sama dalam pengadaan 31 rangkaian LRT Jabodebek yang terdiri atas 186 kereta. Nilai kontrak proyek tersebut berkisar Rp3,9 triliun hingga Rp4,1 triliun.
LRT Jabodebek menggunakan teknologi otomatis Grade of Automation 3 (GoA3). Pada semester I-2026, layanan ini melayani 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk layanan premium, KAI mengadakan 10 kereta luxury berkapasitas masing-masing 26 kursi serta satu unit tambahan sebagai cadangan perawatan. Total nilai kontrak pengadaan tersebut mencapai Rp161,16 miliar.
Sementara itu, untuk memperkuat angkutan logistik, KAI dan INKA mengadakan 1.125 unit gerbong datar BM 54 ton senilai Rp1,05 triliun. Sarana tersebut dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi angkutan barang di Sumatera Selatan, terutama batu bara yang menjadi salah satu sumber energi pembangkit listrik nasional.
Anne menilai, besarnya nilai pengadaan tersebut menunjukkan potensi pasar domestik yang dapat dimanfaatkan industri perkeretaapian nasional. Namun, potensi itu perlu diimbangi kemampuan manufaktur dalam memenuhi kebutuhan operator secara tepat waktu dan sesuai standar.
"Kepercayaan kepada industri nasional dibangun melalui kualitas produk dan konsistensi dalam memenuhi komitmen. KAI Group berharap kolaborasi bersama INKA terus menghasilkan sarana yang aman, andal, serta mampu mendukung peningkatan pelayanan transportasi publik dan logistik nasional," pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)