Menurut Rosan, keseluruhan 10 proyek tersebut diperkirakan menciptakan lebih dari 10 ribu lapangan pekerjaan. Pengembangan investasi tersebut sekaligus memperluas rantai industri berbasis nikel dari sektor bahan baku hingga produk turunan bernilai tambah.
Rosan menegaskan, masuknya investasi tersebut sejalan dengan peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap total investasi nasional. Dalam dua tahun terakhir, kontribusi investasi hilirisasi meningkat dari sekitar 25 persen menjadi 30 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia.
Realisasi investasi nasional pada semester I-2026 telah mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
"Lebih dari 75 persen terealisasinya di luar Jawa dan kita melihat dari hilirisasi ini akan terus meningkat ke depannya," ujar Rosan yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.