Untuk kereta SSNG untuk penumpang, masih terdapat 177 unit kereta yang harus diselesaikan dari total kontrak tersebut. Sementara untuk kontrak pengadaan 16 rangkaian KRL, sebanyak 7 rangkaian telah beroperasi di lintas Jabodetabek, sedangkan 9 rangkaian lainnya belum rampung.
Adapun 9 kereta tersebut belum rampung karena INKA menghadapi kendala modal kerja (working capital mismatch) serta perizinan pengiriman sarana dari fasilitas produksi di Banyuwangi dan Madiun menuju Depok menjadi tantangan dalam penyelesaian proyek.
Di luar proyek yang masih berjalan, INKA telah menyelesaikan sejumlah pengadaan untuk KAI. Salah satunya 31 rangkaian kereta untuk proyek LRT Jabodebek dengan nilai kontrak Rp3,9 triliun. Kontrak yang ditandatangani pada 2018 itu telah menyelesaikan seluruh proses produksi pada 2021, dan sarana yang dihasilkan kini telah beroperasi.
INKA juga merampungkan pengadaan 1.125 unit gerbong datar untuk angkutan barang dengan nilai kontrak sekitar Rp1 triliun. Proyek yang dikontrak pada 2024 itu telah selesai pada 2026, dengan seluruh gerbong diserahterimakan dan digunakan untuk mendukung angkutan logistik di Sumatera.
INKA menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan KAI Group untuk menuntaskan pekerjaan yang tersisa sekaligus menjaga keandalan produk dan layanan purnajual guna mendukung peningkatan layanan transportasi dan industri perkeretaapian nasional.
(Rahmat Fiansyah)