Menurut Bahlil, pelaksanaan hilirisasi dan transisi energi tidak dapat dilakukan secara parsial karena melibatkan berbagai sektor dan kementerian. Karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih terintegrasi agar program tersebut dapat berjalan sesuai target pemerintah.
"Maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden," ujarnya.
Jabatan Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merupakan posisi baru dalam Kabinet Merah Putih. Dalam penugasan tersebut, Bahlil tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM sekaligus mengemban fungsi koordinasi untuk agenda hilirisasi dan transisi energi.
Bahlil mengatakan, belum dapat membeberkan proyek maupun program yang akan menjadi prioritas dalam menjalankan tugas barunya. Dia masih akan melaporkan perkembangan kepada Presiden Prabowo sekaligus menunggu arahan lebih lanjut.
"Untuk programnya nanti kita laporkan dulu kepada Bapak Presiden," ujar Bahlil.
(DESI ANGRIANI)