Jumaat menilai kerja sama tersebut bukan semata-mata hubungan bisnis, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia yang memiliki kedekatan budaya dan sejarah sebagai satu rumpun.
“Bukan hanya untuk secara bisnis, tapi ini adalah satu kata orang menyambung silaturahmi,” katanya.
Dia menambahkan, pengiriman perdana 1.000 ton tersebut rencananya menggunakan jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, sebagai simbol kedekatan geografis antara Sarawak dan Kalimantan Barat.
“Untuk pertama kita akan order 1.000 ton dahulu dan kita akan menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran yang pertama,” ujar Jumaat.
Dengan pengiriman perdana tersebut, Indonesia dan Malaysia membuka babak baru kerja sama perdagangan beras.
Bagi Indonesia, ekspor menjadi penanda bahwa kekuatan produksi nasional mulai mampu memberikan manfaat tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga melalui perluasan pasar dan peningkatan nilai ekonomi bagi petani.
(Nur Ichsan Yuniarto)