Mentan Amran menegaskan, terbukanya pasar ekspor bukan hanya soal perdagangan antarnegara, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan pasar yang semakin luas dan harga yang kompetitif, petani Indonesia memperoleh peluang ekonomi yang lebih besar.
“Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor,” katanya.
Amran juga memastikan kualitas beras yang diekspor akan tetap dijaga. Beras yang dikirim ke Malaysia merupakan beras premium dengan kualitas yang harus memenuhi standar pasar tujuan.
Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, penyuluh pertanian, TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, BUMN, hingga masyarakat yang bersama-sama mendorong peningkatan produksi pangan nasional.
“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai kebijakan penguatan pangan nasional.
“Terima kasih juga yang mengapresiasi, terutama Bapak Presiden yang mensupport ini semua atas kebijakan Bapak Presiden sehingga kita bisa lakukan hari ini,” katanya.
Sementara itu General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, mengatakan pengiriman 1.000 ton pertama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Sarawak.
Dia menyebut kebutuhan beras di Sarawak mencapai sekitar 200.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan Malaysia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1,5 juta ton per tahun.
“Untuk Sarawak kita membutuhkan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia amnya,” kata Jumaat.