Secara lebih luas, terdapat 45 proyek mitigasi lintas sektor yang sedang diproses. Sektor energi menjadi kontributor terbesar dengan potensi kredit karbon mencapai 358 juta ton hingga 2030. Pasar karbon Indonesia sendiri berpotensi menghasilkan nilai hingga USD7,7 miliar per tahun.
Selain pasar karbon, pemerintah membuka peluang investasi melalui proyek PSEL. Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi emisi sekaligus menangani persoalan sampah perkotaan.
Pemerintah mendorong pembangunan PSEL di kawasan dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari. Berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 dan didukung investasi Danantara, empat proyek PSEL strategis telah memulai tahap peletakan batu pertama sepanjang 2026.
Menurut Zulhas, pengolahan sampah menjadi energi dapat memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan.
Selain itu, peluang pembiayaan juga terbuka pada sektor karbon biru. Rehabilitasi ekosistem pesisir berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga USD909 juta atau sekitar Rp14 triliun per tahun dalam lima hingga 10 tahun mendatang.