"Di beberapa hari kemarin karena ada keterlambatan dari kapal yang membawa BBM dari Jawa ke Bali, terjadi penurunan cadangan sekitar 3 sampai 4 hari, tetapi mulai hari ini rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari sehingga alhamdulillah sudah bisa teratasi," ujar Bahlil.
Penyaluran BBM di Bali sendiri ditopang oleh dua fasilitas penyimpanan, yakni Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar yang berkapasitas 4 sampai 5 hari cadangan serta Integrated Terminal Manggis di Karangasem dengan ketahanan di atas 11 hari.
Untuk mengatasi ketimpangan kapasitas penampungan tersebut, Bahlil langsung menginstruksikan penambahan kapal tangki pengangkut BBM sejak rapat koordinasi di Jakarta pada Kamis sebelumnya.
"Terminal Sanggaran ini volumenya tidak sebesar Manggis, sehingga dalam rangka mempercepat proses dan menaikkan status cadangan, kapal yang tadinya cuma tiga unit sekarang sudah melayani tujuh kapal agar penguraian distribusi berjalan perlahan-lahan," tutur Bahlil.
Secara makro, pemerintah menjamin ketahanan pasokan bahan bakar minyak nasional berada pada batas aman, yakni di kisaran 16 hingga 18 hari untuk Pertalite RON 90 dan di atas rata-rata 20 hari untuk jenis lainnya sesuai standar minimum nasional.