"Pertamina tentunya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan, penyaluran, dan distribusi energi, memastikan seluruh wilayah terlayani dengan baik, terlebih energi adalah denyut nadi perekonomian Bali untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, serta aktivitas ekonomi lainnya," kata Simon.
Menyikapi krisis pasokan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun langsung memimpin rapat koordinasi penanganan distribusi bersama jajaran direksi Pertamina, BPH Migas, dan Pemerintah Provinsi Bali.
Berdasarkan hasil evaluasi lintas instansi, aktivitas pengisian bahan bakar di tingkat hilir kini telah pulih dan ritme penyaluran terus dijaga.
"Tadi saya mendapat laporan dari Pak Gubernur, Pak Kapolda, dan teman-teman GM Pertamina di sini bahwa semua SPBU sudah berjalan normal, dan sekarang cadangan di Bali yang berada di posisi 11 sampai 12 hari mau saya tingkatkan menjadi 15 hari," tutur Bahlil.
Keterlambatan pelayaran armada pengangkut dari Pulau Jawa diidentifikasi sebagai faktor utama yang sempat mengikis ketahanan stok harian di Pulau Dewata.