Kenaikan imbal hasil tak lama setelah pengumuman pembelian kembali Departemen Keuangan menandakan skeptisisme dari investor. Beberapa analis berpendapat bahwa angka pembelian kembali seharusnya lebih besar, sementara yang lain mengatakan pembelian kembali tidak akan efektif mengubah arah imbal hasil.
Imbal hasil telah naik di seluruh dunia karena investor memperhitungkan kenaikan harga energi dan potensi kenaikan suku bunga bank sentral.
Banjir utang korporasi untuk mendanai pembangunan kecerdasan buatan (AI) juga mendorong kenaikan imbal hasil. Meningkatnya defisit pemerintah dan kekhawatiran tentang kesehatan fiskal menambah ketidakpastian pasar obligasi.
Pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan adalah operasi standar di pasar obligasi, tetapi ukuran dan waktu pengumuman tersebut menyoroti sensitivitas pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap kenaikan imbal hasil.
Meningkatkan ukuran pembelian kembali obligasi adalah salah satu strategi Menteri Keuangan Scott Bessent untuk mencoba meredakan pasar obligasi. Departemen Keuangan juga baru-baru ini melakukan intervensi di pasar mata uang untuk mengerek nilai tukar yen Jepang, sebuah langkah yang menurut para analis bertujuan untuk mencegah Jepang menjual obligasi AS guna mendongkrak nilai mata uangnya itu. (Wahyu Dwi Anggoro)