Menurut Zainal, pengaturan jadwal secara manual membutuhkan waktu, terutama dengan banyaknya personel yang harus dikelola. Karena itu, AI diharapkan membantu proses penjadwalan menjadi lebih efisien.
Kerja sama AirNav dan Telkom University merupakan tindak lanjut nota kesepahaman pada 2024. Kedua pihak kembali memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan teknologi AI dan keamanan siber pada Kamis (8/10/2026).
Wakil Rektor IV Telkom University Bidang Riset, Inovasi dan Kerja Sama Angga Rusdinar menjelaskan, hasil penelitian tidak langsung diterapkan dalam operasional AirNav. Setiap pengembangan dapat melalui tahapan pengujian, evaluasi, dan validasi sesuai kebutuhan serta kriteria yang disepakati.
"AirNav Indonesia memiliki kebutuhan nyata. Bagi kami, itu penting karena riset yang baik harus punya persoalan yang jelas untuk diselesaikan. Karena itu, kerja sama ini bukan hanya untuk menghasilkan penelitian, tetapi juga bagaimana hasilnya bisa digunakan," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Faudzan Adziman mengapresiasi kolaborasi tersebut. Dia menekankan pentingnya riset yang berangkat dari persoalan nyata industri agar menghasilkan solusi yang bermanfaat sekaligus memperkuat daya saing teknologi nasional.