Di samping itu, penyaluran dukungan insentif dan kebijakan perpajakan difokuskan pada sektor-sektor penggerak ekonomi riil.
"Kedua, tentu sesuai dengan arahan Presiden juga dan Pak Menteri. Sekali lagi, saya sudah ngomong berkali-kali, prioritasnya UMKM, prioritasnya yang padat karya, labor intensive, prioritas berikutnya yang untuk mendorong ekspor," katanya.
Mengenai besaran pasti realisasi restitusi maupun penerimaan pajak hingga penutupan tahun anggaran 2026, Bimo menilai pergerakan angka masih sangat dinamis mengikuti fluktuasi aktivitas ekonomi masyarakat.
"Jadi kalau angka sendiri akan sangat dinamis. Karena ya saya bukan ahli nujum. Jadi apa yang saya sampaikan apa adanya," kata Bimo.
(Dhera Arizona)