sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dampak Ekonomi Konser Kanye West Langsung Terasa, Salah Satunya Sektor Pariwisata

Economics editor Anggie Ariesta
25/10/2026 15:04 WIB
Kunjungan penonton konser berskala internasional umumnya tidak hanya berlangsung singkat, melainkan juga berpotensi memperpanjang masa tinggal.
Dampak Ekonomi Konser Kanye West Langsung Terasa, Salah Satunya Sektor Pariwisata (Foto: Dimas Andhika Fikri/IMG)
Dampak Ekonomi Konser Kanye West Langsung Terasa, Salah Satunya Sektor Pariwisata (Foto: Dimas Andhika Fikri/IMG)

IDXChannel - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong pemerintah untuk menjadikan perhelatan konser musik internasional seperti salah satunya Kanye West saat ini, sebagai prioritas pengembangan ekonomi nasional. Kemudahan perizinan dinilai menjadi kunci utama untuk menarik wisatawan mancanegara (inbound tourist) sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah.

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani menilai penyelenggaraan acara musik berskala masif seperti konser Ye memiliki efek berganda (multiplier effect) yang sangat nyata bagi industri perhotelan, restoran, hingga bisnis penunjang pariwisata.

"Jadi bagus, Mbak, acara-acara kayak gitu tuh bagus. Jadi menarik inbound-nya, inbound turis juga. Jadi makanya kalau itu dipermudah," kata Hariyadi, Minggu (25/10/2026). 

Meski demikian, Hariyadi tidak menampik tantangan tingginya biaya penyelenggaraan konser di Indonesia dibanding negara lain. Terlepas dari persoalan transparansi birokrasi, ia meminta pemerintah memprioritaskan kemudahan proses perizinan demi menangkap peluang ekonomi hiburan global.

"Tapi paling enggak pemerintah harusnya menjadikan konser ini satu yang prioritas juga. Intinya itu. Gimana dimudahkan, dimudahkan untuk proses perizinannya, segala macam dimudahkan. Karena itu impact-nya itu langsung, betul-betul ke perekonomian di daerah itu juga akan langsung kelihatan," kata Hariyadi.

Hariyadi menambahkan, kunjungan penonton konser berskala internasional umumnya tidak hanya berlangsung singkat, melainkan juga berpotensi memperpanjang masa tinggal (length of stay) wisatawan di destinasi tuan rumah.

"Mereka kan bisa juga stay-nya itu juga bisa lama. Bisa gak cuman datang terus pulang lagi tuh bisa. Kalau istilahnya jumlahnya besar tuh bisa, stay-nya juga bisa lebih lama. Jadi intinya bisnis yang terkait dengan konser ini bagus lah untuk ekonomi," lanjutnya.

Ia pun mencontohkan keberhasilan Singapura yang terbukti agresif mendatangkan berbagai gelaran dunia seperti ajang Formula 1 (F1) hingga konser mega bintang demi mendongkrak sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).

"Kalau enggak, Singapura kan ngapain juga tuh sampai F1 aja dia bela-belain, kan gitu. Yang namanya MICE impact-nya emang besar," kata Hariyadi.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement