IDXChannel - Berbagai tantangan global, seperti ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga komoditas, pelemahan permintaan masyarakat, hingga tekanan terhadap nilai tukar dan pasar keuangan tetap perlu diantisipasi sebagai bagian dari dinamika ekonomi.
Hal tersebut diungkap Anggota Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Chatib Basri pada acara Risk Awareness Series 2026 yang diselenggarakan oleh Prudential Indonesia.
Dia pun mengingatkan bahwa berbagai tantangan global, seperti ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga komoditas, pelemahan permintaan masyarakat, hingga tekanan terhadap nilai tukar dan pasar keuangan tetap perlu diantisipasi sebagai bagian dari dinamika ekonomi.
Menurut Chatib, ketidakpastian akan selalu menjadi bagian dari dinamika ekonomi. "Yang membedakan adalah bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapinya. Selama fundamental ekonomi tetap terjaga dan kepercayaan pasar terus membaik, peluang untuk bertumbuh tetap terbuka. Situasinya memang tidak mudah, tetapi opportunity-nya ada," tuturnya.
Sementara itu, di tengah dinamika global, ekonomi Indonesia masih menunjukkan resiliensi. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026, sementara berbagai lembaga internasional masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun ke depan.