Pukulan terberat terhadap perekonomian global baru-baru ini berasal dari konflik di Timur Tengah dan Ukraina.
Namun, tingkat utang yang tinggi semakin menjadi masalah besar, baik bagi negara-negara kaya seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Prancis, maupun negara-negara berpenghasilan rendah yang harus memilih antara menyediakan layanan publik atau membayar kembali pinjaman.
Georgieva juga menyinggung risiko yang terkait dengan peningkatan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI), yang mendorong harga saham di banyak tempat ke rekor tertinggi.
“Suka atau tidak suka, AI telah hadir,” katanya.
“Jika pendapatan tidak mencapai target, utang besar-besaran oleh perusahaan teknologi raksasa dan besarnya kepemilikan saham AS oleh investor global dapat mengubah kekecewaan menjadi guncangan yang berdampak luas," kata pemimpin IMF itu. (Wahyu Dwi Anggoro)