Stella menjelaskan, perguruan tinggi memiliki dua peran utama dalam pengembangan sains dan teknologi. Pertama, merespons kebutuhan pasar atau respond to the market.
Kedua, memimpin pasar melalui inovasi atau lead the market. Peran pertama berkaitan dengan kemampuan menghasilkan penelitian yang menjawab persoalan industri.
Sementara itu, peran kedua menuntut kampus menghasilkan terobosan yang dapat menciptakan teknologi baru sekaligus memengaruhi arah perkembangan pasar.
Menurut Stella, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan penelitian yang mengikuti kebutuhan industri saat ini. Jika riset hanya berfokus pada permintaan yang sudah ada, perguruan tinggi akan kesulitan mengantisipasi kebutuhan pasar pada masa mendatang.
“Kalau kita hanya merespons kepada pasar, kita tidak bisa mengantisipasi apa yang dibutuhkan oleh pasar. Itulah adanya inovasi-inovasi riset di perguruan tinggi,” ujarnya.