IDXChannel - Sebanyak 997 ribu ton beras disiapkan untuk program bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026. Penyaluran tersebut menjadi kelanjutan program bantuan pangan beras setelah periode Juli-September selesai disalurkan sebanyak 967,5 ribu ton.
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmi Widiriani mengatakan bantuan pangan beras periode Oktober-Desember akan kembali dilanjutkan setelah tahap sebelumnya rampung.
"Untuk realisasi program bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, dan September telah selesai salur sebanyak 967,5 ribu ton atau 97 persen. Selanjutnya pemerintah akan melanjutkan bantuan pangan beras kembali untuk periode Oktober, November, dan Desember," kata Rachmi, Selasa (6/10/2026).
Diketahui, program bantuan pangan beras Juli-September telah selesai disalurkan secara nasional pada 30 September 2026. Penyaluran bahkan mencapai 100 persen di sejumlah provinsi di Indonesia bagian timur, seperti Papua, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.
Dengan selesainya penyaluran bantuan pangan tahap pertama periode Februari-Maret dan tahap kedua periode Juli-September, pemerintah melalui Perum Bulog telah menyalurkan total 1,63 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Adapun jika dirinci, bantuan pangan periode Februari-Maret mencapai 662,8 ribu ton, sedangkan periode Juli-September sebesar 967,5 ribu ton. Selanjutnya, alokasi Oktober-Desember diperkirakan mencapai 997 ribu ton.
Dengan tambahan penyaluran hingga Desember, total alokasi bantuan pangan beras sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton. Jumlah tersebut menjadi alokasi terbesar dalam satu tahun sejak program bantuan pangan beras diluncurkan pada 2023.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan program tersebut menyasar 33,24 juta keluarga yang membutuhkan dukungan kebutuhan pangan. Setiap penerima akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan.
"Ini merupakan bentuk kecintaan Bapak Presiden Prabowo kepada rakyat. Beliau ingin 33,24 juta keluarga yang memang membutuhkan bantalan ekonomi, itu menjadi prioritas pemerintah, agar setiap bulan kebutuhan berasnya dapat terpenuhi," kata Amran.
Sebelumnya, alokasi bantuan pangan beras terbesar tercatat pada 2024 dengan total 1,9 juta ton. Saat itu, bantuan diberikan kepada 22 juta penerima setiap bulan selama 10 bulan.
(kunthi fahmar sandy)