Untuk merealisasikan program tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menggandeng Kementerian Pertanian dalam mengembangkan komoditas unggulan sesuai potensi masing-masing wilayah.
Kerja sama ini mencakup penguatan produksi, pengolahan hasil pertanian, hingga hilirisasi dan pemasaran. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari produk yang dikembangkan.
Cak Imin menekankan pentingnya kepastian pasar dan penyerapan hasil produksi agar program pemberdayaan dapat memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan.
Ia mencontohkan keberhasilan hilirisasi kelapa yang dikembangkan Kementerian Pertanian hingga menghasilkan produk bernilai tambah dan mampu menembus pasar ekspor. Model serupa diharapkan dapat diterapkan pada komoditas unggulan lainnya.
(NIA DEVIYANA)