sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

30 GW PLTS Bakal Dibangun di 2026 untuk Gantikan 13 GW Pembangkit Listrik Diesel

Economics editor Binti Mufarida
14/08/2026 18:47 WIB
Prabowo mengatakan pemerintah akan memulai pembangunan 30 GW PLTS untuk mengganti 13 GW Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
30 GW PLTS Bakal Dibangun di 2026 untuk Gantikan 13 GW Pembangkit Listrik Diesel. (Foto: iNews Media Group)
30 GW PLTS Bakal Dibangun di 2026 untuk Gantikan 13 GW Pembangkit Listrik Diesel. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan memulai pembangunan 30 gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengganti 13 GW Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), khususnya di pulau-pulau terpencil dan daerah perdesaan.

Prabowo mengatakan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun 100 GW PLTS di seluruh Indonesia yang diharapkan rampung dalam beberapa tahun mendatang.

"Tahun ini kita akan bangun 30 Gigawatt Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan segera menghentikan 13 GW Pembangkit Listrik Tenaga Diesel," ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026).

Ia melanjutkan bahwa terdapat beberapa alasan mengapa pembangkit diesel tersebut harus segera diganti dengan PLTS.

Pertama, Indonesia disebutnya mendapat sinar matahari sepanjang tahun sehingga pasokan energinya dapat terjaga secara berkesinambungan. Kedua, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan tenaga surya, terutama di wilayah terpencil, memiliki biaya operasional yang jauh lebih efisien daripada mengandalkan PLTD.

"Kita mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sinar matahari yang hampir sepanjang tahun. Tidak masuk akal jika pulau-pulau kita yang terpencil, harus menunggu kapal membawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien," kata dia.

Selain itu, Prabowo menjelaskan bahwa pembangunan PLTS dapat mendorong kemandirian energi di tingkat desa sehingga desa-desa tersebut tidak perlu lagi menggantungkan pasokan energi dari wilayah lain. Bahkan, menurutnya, masing-masing desa secara ideal seharusnya memiliki PLTS dengan kapasitas 1 megawatt (MW).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa penggunaan PLTS juga dapat berkontribusi positif terhadap penurunan biaya pokok produksi listrik.

Berdasarkan perhitungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Prabowo mengatakan bahwa negara dapat menghemat Rp73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik jika PLTS berkapasitas 100 GW telah terbangun.

"Dengan 100 GW, kebutuhan impor kita akan jauh berkurang dan kita bisa menghemat sangat banyak devisa," tutur Prabowo. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement