Aksi korporasi akuisisi tersebut diproyeksikan selesai sepenuhnya pada kuartal II-2027.
Masa transisi ini dimanfaatkan HSBC Indonesia sebagai momentum krusial dalam menjaga kepercayaan publik (customer trust) terhadap keandalan layanan perbankan.
Oleh karena itu, perseroan tetap menetapkan target kinerja yang cukup agresif pada gelaran acara kali ini.
Optimisme tersebut didasari oleh realisasi gelaran HSBC-ANA Travel Fair pada Januari 2026 lalu, di mana total nilai transaksi berhasil melesat 44,35 persen secara tahunan (year-on-year).
Capaian tersebut tercatat 43 persen melampaui target awal yang ditetapkan perseroan.
“Karena memang animonya tetap sangat positif dari sisi nasabah. Itu juga salah satu semangat dan komitmennya HSBC bahwa kami di sini tetap bersama nasabah dan memenuhi kebutuhan nasabah. Nilai tambah itu akan terus berjalan,” ujar Fransisca.
(NIA DEVIYANA)