Kebutuhan pembiayaan budidaya lobster dalam diskusi diperkirakan mencapai Rp50 juta. Namun, pengembangan usaha masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga bibit dan hasil budidaya, kebutuhan modal untuk pakan dan sarana keramba, serta persyaratan sertifikasi dan perizinan pemanfaatan ruang laut.
Monitoring juga menemukan bahwa tantangan usaha nelayan tidak terbatas pada permodalan. Keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dan tempat pengolahan ikan di Lombok Tengah serta kendala biaya perizinan pemanfaatan ruang laut menjadi tantangan dalam menjaga kualitas serta meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan.
(NIA DEVIYANA)