
Damar menambahkan bahwa Pegadaian terus memperkuat ekosistem emasnya dari hulu ke hilir. Selain transformasi digital melalui aplikasi Tring yang ramah bagi seluruh kelompok usia, Pegadaian juga terus memperluas jaringan fisik layanan transaksi emas, salah satunya melalui penyediaan 20 unit ATM Emas yang saat ini telah beroperasi di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Pegadaian dalam membangun ekosistem emas nasional. Menurut Anin, kolaborasi ini membuka peluang besar bagi dunia usaha untuk memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai yang relatif tahan terhadap inflasi dan fluktuasi mata uang.
"Ini adalah kerja sama strategis, paling tidak dari sisi saving atau simpanan untuk perusahaan maupun individu, sekaligus cara yang baik untuk pendanaan ke depannya. Kebutuhan kita sebagai negara sangat besar, dan salah satu kunci keberhasilan Indonesia untuk keluar dari middle income trap adalah dengan menabung. Tabungan yang paling bagus adalah menabung emas," ujar Anin.
Anin juga sempat mencoba langsung fasilitas ATM Emas Pegadaian yang tersedia di area Pegadaian Tower. Ia mengagumi kemudahan fisik pencairan emas dari saldo digital yang dimiliki nasabah. "Saya tadi mencoba sendiri di ATM Emas. Benar-benar kalau punya tabungan, kita bisa menarik fisik emasnya sendiri secara langsung. Ini memberikan kenyamanan dan kepastian bagi masyarakat. Kami di Kadin sangat mendukung semangat 'Mencapai Indonesia Emas dengan Emas' ini," lanjut Anin.
Melalui Nota Kesepahaman ini, PT Pegadaian (Persero) dan Kadin Indonesia menyepakati sejumlah ruang lingkup kerja sama yang komprehensif, diantaranya meliputi pemberdayaan UMKM dan pelaku usaha melalui pelatihan, pendampingan serta pengembangan kapabilitas agar semakin produktif, berdaya saing dan mampu naik kelas.