Menurut Abdul Azis, simpanan rupiah dapat dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan finansial domestik dan tujuan jangka pendek hingga menengah.
Sementara itu, penempatan dalam USD lebih relevan bagi nasabah yang memiliki rencana pendidikan, perjalanan, transaksi bisnis, atau kebutuhan lain dalam mata uang asing.
Ia menambahkan, pilihan penempatan dalam dua mata uang juga dapat digunakan sebagai bagian dari strategi diversifikasi.
“Penempatan dalam dolar AS idealnya didasarkan pada kebutuhan yang jelas. Apabila nasabah memiliki kebutuhan dalam USD pada masa mendatang, penempatan dana dalam mata uang yang sama dapat membantu mengurangi risiko akibat perubahan kurs,” imbuh dia.
Abdul Azis juga mengingatkan nasabah agar tidak hanya mempertimbangkan tingkat bunga.