Pemanfaatan hasil panen tersebut turut didukung melalui penguatan sarana budi daya yang disalurkan BRI Peduli kepada BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. Pada 2025, BRI memberikan 16 jenis bantuan yang mencakup kebutuhan pengelolaan kebun, media tanam, pembibitan, serta pengembangan vertical garden.
Seiring dengan berkembangnya kegiatan kelompok, dukungan untuk BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar kembali diperluas pada 2026 melalui 28 jenis sarana dan perlengkapan, mulai dari kebutuhan budi daya, pengelolaan sampah, hingga pengembangan pertanian terpadu melalui budikdamber dan budi daya ikan lele.
Lurah Pajajaran Paridin menyampaikan apresiasi atas dukungan BRI terhadap masyarakat di Kelurahan Pajajaran. Menurutnya, pemanfaatan lahan kosong melalui urban farming merupakan langkah penting untuk membuat ruang yang sebelumnya tidak produktif menjadi lebih bermanfaat bagi warga.
“Urban farming menjadi salah satu solusi untuk memaksimalkan lahan kosong agar lebih produktif. Kami sangat senang karena manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan dari sisi pangan, tetapi juga dapat membuka peluang tambahan penghasilan dan usaha sekaligus memperkuat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Kami berharap sinergi yang sudah terbangun dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta BRI Fellowship Journalism 2026, Sylviani Salsabila Putri, dari Kabar Cirebon menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda karena para jurnalis tidak hanya menerima informasi melalui data dan paparan, tetapi juga melihat langsung bagaimana program pemberdayaan dijalankan bersama masyarakat.