sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BI Uji Coba QRIS Antarnegara ke Hong Kong dan Timor Leste Mulai Kuartal IV 2026

Banking editor Anggie Ariesta
21/10/2026 18:54 WIB
Perluasan jangkauan QRIS Lintas Negara tersebut akan diawali melalui tahap sandboxing atau uji coba terbatas pada kuartal IV 2026.
BI Uji Coba QRIS Antarnegara ke Hong Kong dan Timor Leste Mulai Kuartal IV 2026. Foto: iNews Media Group.
BI Uji Coba QRIS Antarnegara ke Hong Kong dan Timor Leste Mulai Kuartal IV 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) siap memperluas konektivitas Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara ke Hong Kong dan Timor Leste mulai kuartal IV 2026.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menjelaskan perluasan jangkauan QRIS Lintas Negara tersebut akan diawali melalui tahap sandboxing atau uji coba terbatas pada kuartal IV 2026.

“Memperluas kerja sama QRIS Antarnegara melalui sandboxing koridor Timor Leste dan Hong Kong mulai kuartal IV 2026,” tutur Destry dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Selain pengembangan QRIS, BI juga mendorong penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI). Langkah ini ditempuh melalui penguatan komitmen pelaku awal (first mover) dan perluasan cakupan pelaku tahap berikutnya (next mover) untuk KKI segmen ritel. Pada periode yang sama, BI juga bakal mengoptimalkan fitur online payment pada KKI segmen pemerintah.

Dari sisi tata kelola infrastruktur, otoritas moneter mempersiapkan regulasi data sistem pembayaran melalui penerbitan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Pengaturan Data Sistem Pembayaran. Regulasi ini akan menjadi landasan hukum pertukaran data yang selaras dengan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dengan jadwal penerapan mulai kuartal IV 2026.

Destry menambahkan, struktur industri sistem pembayaran juga akan diperkuat melalui penataan pola kerja sama antara Penyelenggara Sistem Pembayaran (PSP) dan Penyelenggara Penunjang (PP) yang mulai berlaku pada kuartal IV 2026.

Seluruh penguatan digitalisasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi transaksi domestik. BI berkomitmen mempererat sinergi kebijakan bersama pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), serta pemangku kepentingan terkait guna menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement