IDXChannel - OpenAI baru mengumpulkan sekitar USD11 miliar (Rp199 triliun) dalam putaran pendanaan terbarunya, jauh di bawah target awal.
Dilansir dari Investing pada Minggub(1/11/2026), perusahaan kecerdasan buatan (AI) di balik chatbot ChatGPT itu sebelumnya menargetkan USD30 miliar.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap pengeluaran besar-besaran untuk pengembangan AI. Mereka ragu imbal hasil yang diterima akan sepadan dengan dana yang dikeluarkan.
Perusahaan tersebut dilaporkan telah menurunkan target penggalangan dananya menjadi sebanyak-banyaknya USD20 miliar. OpenAI juga berencana untuk mendekati family office serta individu kaya dalam beberapa minggu mendatang untuk mengamankan komitmen tambahan.
Kesulitan penggalangan dana ini terjadi saat OpenAI bersiap untuk kemungkinan penawaran umum perdana (IPO) tahun depan.
Sentimen investor terhadap sektor AI telah melemah menyusul kinerja keuangan yang mengecewakan dari perusahaan teknologi besar, termasuk Google, Amazon, dan Intel, yang berkontribusi pada aksi jual saham-saham teknologi pekan ini.
Hambatan ini juga terjadi saat OpenAI menghadapi persaingan yang semakin ketat dari Anthropic, di mana platform Claude Code miliknya telah menarik permintaan yang signifikan dari pelanggan korporat dan pengembang perangkat lunak. (Wahyu Dwi Anggoro)