Banyak pemilih juga menentang pembangunan pusat data yang menjadi sumber daya bagi AI. Isu tersebut menjadi semakin penting dalam persaingan pemilihan anggota Kongres dan pemilihan tingkat negara bagian di berbagai wilayah AS, seiring kandidat dari kedua partai menyerukan penghentian sementara pembangunan pusat data yang saat ini tengah berkembang pesat.
Sebanyak 56 persen pemilih dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos mendukung pembatasan pembangunan pusat data, termasuk 69 persen pemilih Demokrat, 55 persen independen, dan 43 persen Republikan.
Survei tersebut juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran mengenai penggunaan AI dalam peperangan. Sebanyak 57 persen pemilih menilai pemerintah AS seharusnya tidak menggunakan AI untuk menentukan target serangan militer. Angka ini meningkat dari 49 persen dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada Agustus 2025.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos tersebut dilakukan secara daring secara nasional dengan melibatkan 4.506 orang dewasa di AS, termasuk 3.526 pemilih terdaftar. Survei memiliki margin of error sebesar 2 poin persentase.
(NIA DEVIYANA)