Starlink mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki lebih dari 20 situs gateway (stasiun di bumi yang menghubungkan satelitnya ke internet) dan ratusan antena di darat di India, dan telah menyesuaikan operasinya untuk memenuhi persyaratan regulasi, keamanan, dan kedaulatan data negara tersebut.
Selain itu, SpaceX telah memposisikan jaringan satelitnya sebagai pelengkap, bukan pengganti, jaringan telekomunikasi terestrial India.
SpaceX pertama kali mencoba meluncurkan Starlink di India pada 2021. Namun, perusahaan tersebut harus mengembalikan uang pesanan awal untuk peralatannya pada awal 2022 setelah pemerintah India menegurnya karena menjual layanan internet satelit sebelum mendapatkan lisensi yang diperlukan. (Wahyu Dwi Anggoro)