Organisasi masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari data yang tersebar di berbagai sistem, kebutuhan terhadap keamanan dan data sovereignty, kompleksitas integrasi teknologi, hingga kebutuhan untuk mengendalikan penggunaan serta biaya AI secara lebih efektif.
AiPintar hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan fondasi AI dan Cloud yang memungkinkan organisasi membangun, menjalankan, serta mengelola workload AI secara lebih terintegrasi.
“Mengadopsi teknologi AI di dalam perusahaan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis ke depan. Melalui AiPintar, kami ingin memberikan pilihan bagi perusahaan Indonesia untuk mengadopsi AI dengan tetap memiliki kontrol terhadap data, infrastruktur, dan tata kelola teknologi mereka,” ujar dia.
Dia menyebut, AiPintar dirancang sebagai platform AI dan Cloud terintegrasi yang menggabungkan beberapa lapisan
teknologi utama Enterprise AI Control & Governance.
Lapisan kontrol untuk mengelola penggunaan AI secara terpusat, termasuk akses ke berbagai AI model, monitoring penggunaan token, budget control, policy management, model routing, serta auditability.