Kepala divisi perangkat Amazon, Panos Panay, mengatakan perangkat tersebut dirancang untuk membantu pengguna mengingat berbagai hal yang terjadi dalam keseharian. AI yang digunakan akan mengingatkan pengguna mengenai percakapan yang pernah dilakukan, tugas yang perlu diselesaikan, hingga komitmen yang dibuat kepada orang lain.
Namun, kemampuan perangkat untuk terus mendengarkan aktivitas pengguna juga membuat persoalan privasi menjadi perhatian. Amazon mengatakan pengguna memiliki kendali untuk menentukan kapan perangkat diaktifkan serta dapat menghapus informasi atau percakapan sebelumnya.
Amazon juga menyatakan dua perangkat tersebut tidak menyimpan rekaman audio yang dikumpulkan oleh perangkat tersebut. Data dari layanan Bee akan disimpan selama 14 hari. Tersedia opsi langganan jika para pengguna ingin memperpanjang periode penyimpanan.
Perangkat tersebut juga terhubung dengan Alexa+, layanan asisten suara generatif milik Amazon. Langkah Amazon ini muncul di tengah meningkatnya persaingan di pasar perangkat wearable berbasis AI.
Produk Bee akan berhadapan dengan sejumlah perangkat sejenis, termasuk Muse Charm milik Meta yang dilengkapi kamera dan sensor.