Zulhas mengatakan pemerintah tidak akan membiarkan persoalan tersebut. Dia mengaku tengah mengecek lokasi dan mencari tahu penyebab koperasi bisa dibangun di tempat yang sulit dijangkau.
"Nah, itu ya kita tertibkan, tapi saya lagi cek di mana, apa sebab dan kenapa. Kita akan tertibkan," ujar dia.
Menurut Zulhas, pembangunan 80.000 koperasi merupakan salah satu pekerjaan besar pemerintah yang membutuhkan pengawasan agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan awal.
"Yang tidak berhasil kita minta maaf, kita bekerja keras, ya, kita perbaiki," kata Zulhas.
Dia menegaskan dirinya akan terus mengawal program pemerintah agar pelaksanaannya memberikan dampak nyata kepada masyarakat, termasuk pembangunan Kopdes yang diharapkan dapat memperkuat perekonomian di tingkat desa.
(NIA DEVIYANA)