IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela keputusannya untuk menunda sederet sanksi dan tarif baru yang menargetkan Rusia dan mitra dagang Moskow.
Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu sore waktu setempat, Trump mengatakan bahwa perluasan sanksi terhadap Rusia berisiko menggagalkan negosiasi untuk mengakhiri konflik di Ukraina.
Selain itu, pengetatan sanksi juga dapat mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meningkatkan dukungan terhadap Iran dalam perang dengan AS-Israel.
“Keputusan saya tentang Rusia sangat sederhana. Saya sedang dalam proses menegosiasikan perdamaian dalam perang antara Rusia dan Ukraina, dan tidak ingin melakukan apa pun yang akan, secara bodoh, menjauhkan Rusia dari meja perundingan," katanya, dilansir dari Newsweek pada Senin (19/10/2026).
"Yang lebih penting lagi, Rusia saat ini hanya sedikit membantu Republik Islam Iran, padahal mereka bisa melakukan lebih banyak,” kata Trump.
Dalam unggahan tersebut, Trump juga menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merugikan kepentingan AS dengan menargetkan kilang minyak Rusia yang mengerek harga solar global.
"Petani, peternak, dan semua jenis bisnis sangat menderita karenanya," kata Trump.
Akhir pekan lalu, Trump menangguhkan pemberlakuan sanksi dan tarif baru terhadap Rusia dan mitra dagangnya selama 60 hari. Sanksi baru itu tercantum dalam sebuah undang-undang yang disahkan pada September lalu.
Selain Ukraina dan banyak negara Eropa, aksi Trump ini juga dikritik sejumlah koleganya di Partai Republik. (Wahyu Dwi Anggoro)