Transformasi MBG 2.0 juga menyentuh pola penyajian makanan. BGN telah melakukan piloting konsep MBG prasmanan di 66 SPPG yang tersebar di 10 provinsi sebagai salah satu inovasi dalam penyelenggaraan MBG.
Konsep tersebut diarahkan agar peserta didik mendapatkan pengalaman makan yang lebih baik sekaligus mendorong pembiasaan perilaku positif, termasuk kemandirian, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Selain pola penyajian, BGN juga melakukan penguatan keamanan pangan dan pembenahan tatakelola melalui penerapan label pada ompreng yang memuat batas waktu aman konsumsi MBG.
Transformasi juga diarahkan pada perluasan akses program ke wilayah yang memiliki tantangan geografis dan kebutuhan gizi yang lebih tinggi. BGN telah melakukan aktivasi hampir 1500 SPPG di wilayah 3T dan prevalensi stunting tinggi dan tinggi sekali, dengan rincian 480 SPPG di Indonesia Timur dan 980 SPPG di Indonesia Tengah.
Selain itu, Tysa juga mengungkapkan penguatan ekosistem rantai pasok dan sumber daya manusia di daerah juga menjadi bagian penting dalam MBG 2.0.