Menurut UKMTO, enam kapal diserang dalam sehari pada Minggu, terdiri dari lima kapal tanker dan satu kapal kontainer.
Pada Senin, IRGC mengatakan telah menyerang sebuah kapal tanker super yang mencoba melintasi selat dengan transpondernya dimatikan.
“Selat Hormuz ditutup dan angkatan bersenjata Republik Islam Iran memiliki kendali penuh atasnya,” kata Penasihat IRGC Mohammadreza Naqdi seperti dikutip oleh kantor berita Fars.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menolak klaim tersebut. Dia mengatakan bahwa aliran minyak melalui Selat Hormuz sebagian besar telah pulih berkat operasi pengawalan yang dilakukan militer negaranya.
“Selat Hormuz terbuka. Hampir sama banyaknya minyak yang mengalir keluar sekarang seperti sebelum konflik ini dimulai,” katanya.