sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rusia Sepakat Pasok 4,8 Juta Ton Solar ke AS dan Pasar Global, Ini Rinciannya

News editor Wahyu Dwi Anggoro
11/10/2026 06:29 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk memasok total 4,8 juta metrik ton solar ke Amerika Serikat (AS) dan pasar global selama beberapa bulan mendatang.
Rusia Sepakat Pasok 4,8 Juta Ton Solar ke AS dan Pasar Global, Ini Rinciannya. (Foto: Daily Mail)
Rusia Sepakat Pasok 4,8 Juta Ton Solar ke AS dan Pasar Global, Ini Rinciannya. (Foto: Daily Mail)

IDXChannel - Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk memasok total 4,8 juta metrik ton solar ke Amerika Serikat (AS) dan pasar global selama beberapa bulan mendatang.

Dilansir dari Big Go Finance pada Minggu (11/10/2026), hal itu disepakati dalam pembicaraan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Jumat.

Menurut Trump, Rusia akan segera memasok lebih dari 300.000 ton solar ke AS dan pasar global.

Rusia kemudian akan memasok tambahan 500.000 ton solar pada November, dan 1 juta ton lagi tak lama setelah itu. 

Ia menambahkan bahwa Rusia juga akan mengirimkan 3 juta ton lagi di masa mendatang tergantung pada kondisi kilang minyaknya.

Total pasokan 4,8 juta ton solar dari Rusia setara dengan sekitar 36 juta barel bahan bakar tersebut.

"Dengan kendali penuh kita atas Selat Hormuz, dikombinasikan dengan kesepakatan energi besar dengan Rusia ini, harga solar untuk warga Amerika dan bahkan seluruh dunia akan anjlok dengan kecepatan rekor," kata Trump di platform media sosial Truth Social.

Setelah unggahan Trump, Departemen Keuangan AS mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa, atas arahan presiden, pihaknya akan segera mengeluarkan lisensi sementara yang mengizinkan solar Rusia untuk masuk pasar global.

Langkah ini menandai pembalikan besar dalam kebijakan AS terhadap Rusia. Ekspor energi Rusia telah dikenai sanksi berat AS sejak invasi skala penuh Moskow ke Ukraina pada 2022.

Hanya tiga minggu yang lalu, Trump menandatangani undang-undang yang mengenakan tarif hingga 100 persen pada negara pembeli energi Rusia.

Namun, realisasi kesepakatan ini bergantung kepada kemampuan Rusia untuk memproduksi solar dalam jumlah besar, di tengah serangan Ukraina terhadap fasilitas kilang minyaknya.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan produksi solar Rusia telah turun sekitar 30 persen akibat serangan drone Ukraina ke fasilitas kilang negara tersebut.

Setelah pengumuman Trump, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa Kremlin akan mencabut kebijakan pembatasan ekspor solar lebih cepat dari jadwal, dengan pengiriman ke AS berpotensi dimulai bulan ini.  

Kesepakatan ini dibuat ketika harga solar AS berada pada tingkat yang sangat tinggi. Harga eceran solar di AS mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar USD6,528 per galon pada 22 September, jauh di atas USD3,68 yang tercatat setahun sebelumnya.

Solar banyak digunakan dalam transportasi truk, pertanian, dan konstruksi, yang berarti hampir semua biaya barang dipengaruhi oleh harga bahan bakar ini. 

Pemerintahan Trump baru-baru ini telah mengambil beberapa langkah untuk mencoba menurunkan harga solar, termasuk menandatangani perintah eksekutif minggu ini yang mengizinkan penggunaan solar bebas pajak di jalan raya, dan kesepakatan negara-negara maju untuk melepaskan 100 juta barel cadangan solar dan minyak mentah. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement